MAKASSAR,TIMESTIMUR — Ambruknya jembatan yang baru dikerjakan dan sementara dalam tahap perampungan pekerjaan yang dibangun di Inspeksi Kanal Pampang mengundang perhatian luas dan memunculkan berbagai dugaan dan spekulasi berbagai kalangan masyarakat.
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Aspirasi Advokasi Masyarakat Sulawesi Selatan (LSM FAAM), Rahmayadi menyatakan bahwa insiden ini mungkin disebabkan oleh kesalahan dalam perencanaan dan ketidaksesuaian dengan bestek yang ada, ” kami menduga proyek ini dikerjakan oleh tenaga yang belum profesional di bidangnya atau mungkin ada indikasi material yang digunakan tidak sesuai dengan apa yang tertuang dalam dokumen kontrak “, ungkap Rahmayadi.
Rahmayadi mencatat adanya kejanggalan yang signifikan: papan informasi proyek mencantumkan lokasi pembangunan di RT 04 RW 03, namun pelaksanaan berada jauh di RW 01 berbeda lokasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi rencana awal yang tercantum dalam kontrak. Amir juga menekankan pentingnya hasil Geoteknik Investigation atau tes Soil Investigation termasuk tes sondir, untuk menentukan kelayakan konstruksi berdasarkan kondisi tanah. Dia berencana untuk menelusuri hasil investigasi tanah untuk memastikan kesesuaian lokasi dengan yang direncanakan.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Sigma Jaya Konstruksi dengan anggaran 771 juta ini sementara dikerjakan dan hampir rampung pengerjaannya, namun sudah mengalami keruntuhan. Kejadian ini jelas menciptakan kehebohan di masyarakat, mengingat jembatan tersebut seharusnya lebih cepat selesai dikerjakan dan siap digunakan oleh masyarakat.
Menanggapi situasi ini, Rahmayadi berusaha menghubungi Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Plt Kabid Jalan dan Jembatan, Andi Harsono, memberikan penjelasan tertulis mengenai proses pembangunan jembatan. Menurutnya, semua langkah, mulai dari pemilihan lokasi hingga pengawasan material, telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Namun, Rahmayadi tetap skeptis terhadap penjelasan tersebut. Dia menegaskan bahwa jika semua prosedur diikuti dengan benar dan dikerjakan oleh tenaga profesional, insiden ini seharusnya dapat dihindari. Dia juga mengingatkan bahwa peristiwa ini menimbulkan trauma bagi masyarakat, yang kini mengharapkan jembatan yang akan datang dibangun dengan lebih baik dan aman.
Rahmayadi mendesak agar dibentuk tim khusus dari aparat penegak hukum untuk menyelidiki lebih lanjut, terutama terkait potensi kesalahan dan indikasi praktek korupsi dalam proyek ini. Masyarakat berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas untuk memastikan keselamatan infrastruktur yang ada.*(Tim)










