MAKASSAR,TIMESTIMUR — Tingginya volume kendaraan yang melintas di jalan Perintis kemerdekaan dan sekitarnya mendorong Pemerintah Kota Makassar menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan ini. Uji coba rekayasa lalu lintas pun dimulai pagi ini, Rabu (25/9/2024).
Salah satu permasalahan yang menjadi sebuah kota adalah kemacetan. Beberapa solusi yang dapat diambil adalah dengan pembenahan infrastruktur seperti pelebaran jalan. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas.

Kalau menunggu infrastruktur tentu butuh waktu yang lebih panjang dan juga biayanya tinggi. Maka sambil menunggu kesiapan infrastruktur, yang bisa dilakukan untuk mengurangi volume dan pengaturan lalu lintas adalah melalui rekayasa manajemen,” terang Kadishub Makassar, Drs.. Zainal Ibrahim saat meninjau pelaksanaan uji coba jalan Laimena.
Zainal Ibrahim menegaskan bahwa untuk mengetahui keefektifan skema rekayasa lalu lintas ini tentu membutuhkan waktu dan juga kajian lebih lanjut, sehingga akan terus dilaksanakan evaluasi. “Ini masih dicoba, kita akan melihat keefektifannya. Untuk tampilan yang efektif atau tidak, tidak bisa satu dua hari, tapi satu, dua bahkan tiga minggu baru bisa terlihat. Maka melalaui Kepala Balai Jalan dan Jembatan, Satlantas Polrestabes Makassar akan menjelaskan beban jalan ini sebelum dan sesudahnya. Jadi melihat efektivitas rekayasa lalu lintas ini harus berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian,” bebernya.
Dalam rekayasa lalu lintas dan pembukaan jalan Laimena ini, skema baru yang diterapkan adalah kendaraan dari arah selatan yakni Jalan Laimena menuju utara, kini dilarang berbelok langsung ke kanan karna harus ikut lampu jalan. Sementara itu kendaraan yang berasal dari Jalan Perintis kemerdekaan dilarang berbelok ke kanan menuju utara Jalan Laimena. Untuk kendaraan dari selatan yang akan menuju ke antang, kini bisa berbelok ke kanan di perempatan jalan Laimena.
Senada, Kepala Bidang Pengembangan keselamatan dan penindakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar Irwan menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas dan pembukaan jalan ini akan terus memantau keefektifannya. “Ini dalam rangka untuk mengurangi tingkat kepadatan arus lalu lintas. Kita coba, nanti kalau ada yang dikurangi atau ditambah kita lakukan,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa kak Irwan itu menambahkan bahwa pelaksanaan pembukaan jalan ini sudah digodok melalui rapat bersama Stekholder sebelumnya. Bahkan Jaya menyebutkan rencana rekayasa lalu lintas ini sudah dibahas juga dengan tenaga ahli, urai Irwan (**)










