TIMESTIMUR, MAKASSAR — Pemilihan ketua RT di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, berjalan lancar dan relatif sukses. Namun di balik kelancaran tersebut, proses Pilket RT diwarnai tantangan serius akibat minimnya peserta yang mendaftar sebagai calon ketua RT.
Kondisi ini membuat tidak semua RT dapat menggelar pemilihan langsung sebagaimana diatur dalam juknis Perwali.
Camat Panakkukang, Muhammad Ari Fadli, menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki 90 RW dan 475 RT. Sesuai ketentuan, jumlah TPS harus setara dengan jumlah RW karena pemilihan berbasis wilayah RW.
“Total TPS-nya di Panakkukang itu kan ada 90 RW, 475 RT. Dalam juknis Perwali, TPS itu berbasis RW. Berapa RW-nya, berapa TPS-nya,” ujar Ari Fadli, Rabu (03/12).
Namun kenyataannya, hanya sebagian TPS yang dapat beroperasi akibat minimnya calon.
“Tidak semua ada yang mendaftar dan ada yang tidak mendaftar. Kurang lebih sekitar 275 TPS yang bisa melaksanakan pemilihan,” jelasnya.
Panakkukang menghadapi tingginya jumlah RT dengan calon tunggal.
“Calon tunggal kurang lebih sekitar seratus lebih. Saya tidak pastikan angkanya, tapi memang ada lebih dari seratus,” ungkapnya.
Selain itu, sejumlah RT tidak dapat menggelar pemilihan karena berada di kawasan khusus, termasuk kawasan TNI dan Polri.
“Aspol di sini ada dua di Panakkukang. Untuk TNI kurang lebih ada lima, karena Kodam juga masuk wilayah kami. Ada juga asrama Wipaya di Kelurahan Pampang,” jelasnya.
Kondisi minim peserta dan kawasan yang tak dapat menggelar TPS membuat sebagian ketua RT ditetapkan sesuai mekanisme calon tunggal atau melalui penunjukan sesuai aturan.
Terkait jumlah partisipasi, hingga pukul 14.00 WITA, sebagian besar TPS telah menyelesaikan proses pemungutan suara. Salah satu lokasi yang menunjukkan tingkat partisipasi tinggi adalah TPS 5 di RW 5 Kelurahan Pandang. Dari 98 KK dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sekitar 72 hingga 73 warga telah mencoblos.
“Berarti sudah melebihi setengahnya. Sudah hampir 80% partisipasi masyarakat di Kelurahan Pandang,” kata Ari Fadli.
Lebih lanjut Ia berharap partisipasi masyarakat ke depan tidak hanya tinggi dalam proses pencoblosan, tetapi juga dalam ikut mencalonkan diri agar pemilihan berjalan lebih ideal dan representatif.
“Kita ingin calon yang maju itu banyak ya, agar masyarakat punya pilihan untuk memilih,” Pungkasnya.










