GOWA, TIMESTIMUR — Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Aspirasi Advokasi Masyarakat Sulawesi Selatan (DPW LSM FAAM Sulsel) Rahmayadi meminta masyarakat Kabupaten Bone untuk selektif dan dalam memilih calon Kepala Daerah (Cakada) pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.
Hal itu disampaikan Rahmayadi setelah terdapatnya seorang Calon Wakil Bupati Bone Andi Irwandi Natsir setelah viral memberikan komentar tak wajar di hadapan Aparat kepolisian serta Jurnalis, hal tersebut pun mendapatkan tanggapan pedas dari kami selaku lembaga kontrol
“Wartawan itu kan rekan kita di lapangan, apa jadinya Pilkada ini tanpa wartawan, kok tidak disambut baik, arogan itu namanya, jadi masyarakat harus cerdas, pilih pemimpin yang tidak arogan dan banyak manuver dalam pencalonannya,” kata Rahmayadi sapaan akrab Randy, ucapnya sembari memberikan mimit kecewa terhadap seorang calon wakil bupati Bone Kamis (3/10/2024)
Ditambahkan, kontroversi harus diminimalisir oleh calon Kepala Daerah agar kepercayaan masyarakat tidak memudar.
“Belum selesai isu belum lama ini seorang mantan Wakil Bupati Jeneponto yang kedapatan memakai Plat Gantung kendaraannya,kini terulang lagi. Lagi-lagi seorang calon pejabat Bupati yang memberikan contoh tak benar terhadap masyarakat di kemudian hari, sambung Rahmayadi

Rahmayadi mengatakan, perilaku calon Kepala Daerah kurun waktu tiga bulan mendatang akan berdampak pada psikologi publik dalam memilih, sehingga sikap dan prilaku menjadi tolak ukur apakah calon memang layak memimpin atau tidak.
“Kalau cara-cara seperti itu masih dipakai, ya akan susah kita menemukan pilkada aman, tenang dan nyaman, karena kontroversi itu akan mempengaruhi keadaan ditengah masyarakat,” kata dia.
Perlakuan seorang Calon Wakil Bupati yang satu ini mirip-mirip dengan kelakuan Mantan Wakil Bupati Jeneponto, dimana telah kedapatan memakai plat gantung kendaraannya. Harusnya Andi Iswandi Natsir bisa berbicara baik di hadapan kepolisian Satlantas Polres Gowa, tapi ini dia (Andi Irwandi-red) malah mengancam aparat kepolisian Satlantas Polres Gowa, dengan mengatakan di hadapan aparat dan jurnalis bahwa, Saya akan Siksa ini bapaka, namun pernyataan Andi Iswandi di pertanyakan kepadanya oleh Husni Selaku aparat Satlantas Polres Gowa, kenapa berkata demikian pak, namun tak di jawab, urai Rahmayadi
Rahmayadi mengatakan, sebagai calon pemimpin seharusnya Andi Irwandi Natsir mampu menahan tutur katanya terlebih kepada aparat kepolisian serta jurnalis yang memiliki kewajiban kerja menilang dan jurnalis pembuat berita.
Saya liat sikap seorang Calon Wakil bupati satu ini sungguh di luar kewajaran seorang calon wakil bupati karna selain memperlihatkan sikap arongan dirinya pula memberikan contoh tak benar, karna telah memakai plat gantung kendaraannya tak sama dengan STNKnya.
Mobil Alvar yang di kendarai Andi Irwandi Natsir memang nampak mewah namun tak layak karna memakai plat gantung, dan saya selaku Ketua DPW LSM FAAM Sulsel, mengapresiasi anggota Satlantas Polres Gowa tersebut karna berani dan tegas memberikan tilang bagi pelanggar seperti Calon Wakil bupati Bone tersebut.
Disisi lain Brigadir Husni saat di mintai keterangan di lokasi operasi pajak Bapenda Gowa tersebut mengatakan, bahwa awalnya saya melihat kendaraan Alvar dengan Nopol DD 25 AIN, sedangkan di STNKnya DD 25 BOS lalu saya selaku aparat petugas Satlantas Polres Gowa mengambil langkah dengan menilang kendaraan tersebut, namun setelah saya menilang kendaraan yang di pakai Andi Irwandi, dirinya berkata lalu menunjuk ke saya bahwa saya siksa nanti itu bapaka, namun saya bertanya ke dia (Andi Irwandi Natsir-red) apa maksud dari perkataan bapak ke saya, namun bukannya jawaban yang di butuhkan di berikan namun dirinya balik mengelak dengan apa yang di lontarkannya, urai Brigadir Husni
Senada dengan Kanit Turjawali Ipda Hamsal SH, mengatakan di hadapan awak media, bahwa apa yang terjadi di lapangan sudah benar, dan anggota saya sudah bertindak sesuai SOP, jika ada pelanggaran seperti itu siapapun dia apapun pekerjaannya jika melanggar saya perintahkan anggota saya agar memberikan sanksi tilang, urai Ipda Hamsal
Terlebihnya lagi kami dari satuan Satlantas Polres Gowa, tetap memberikan sapaan yang santun terhadap pengendara yang kedapatan di saat kami melakukan operasi, atau razia namun jika kami dapati pelanggar seperti calon Wakil Bupati Bone ini tetap kami sikapi karna itu sudah tugas kami sebagai aparat Satlantas yang di perbantukan eleh Bapenda terkhusus di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, pungkas Ipda Hamsal(**)










