Sosial  

Rutan Kelas I Makassar Libatkan Warga Binaan Bersihkan Masjid, Momentum Pembinaan Jelang Ramadhan

TIMESTIMU.COM I Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, jajaran pemasyarakatan menggelar kegiatan kerja bakti di Masjid Nurul Ilmi UNM, Senin (16/2/2026).

Kegiatan ini melibatkan petugas dari Rutan Kelas I Makassar bersama Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, serta sejumlah warga binaan, sebagai bagian dari agenda sosial menyambut Ramadhan.

Kerja bakti yang dipusatkan di lingkungan masjid kampus Universitas Negeri Makassar ini mencakup pembersihan area dalam dan luar masjid, penataan fasilitas ibadah, hingga perawatan lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut diklaim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus bagian dari proses pembinaan warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat.

Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari pendekatan pembinaan yang menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian sosial.

“Kerja bakti ini merupakan wujud nyata kepedulian insan pemasyarakatan, sekaligus sarana pembinaan karakter warga binaan. Kami ingin mereka belajar memberi manfaat dan membangun kembali kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, kegiatan yang melibatkan warga binaan di ruang publik kerap menjadi sorotan. Selain dipandang sebagai bagian positif dari proses reintegrasi sosial.

Publik juga berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada simbolisme semata, melainkan menjadi bagian dari program pembinaan yang berkelanjutan, terukur, dan transparan.

Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan sosial dinilai penting untuk membangun kembali rasa percaya diri, tanggung jawab, serta kesadaran akan peran mereka sebagai bagian dari masyarakat.

Di sisi lain, hal ini juga menjadi ujian nyata bagi institusi pemasyarakatan dalam menunjukkan komitmennya menjalankan fungsi pembinaan, bukan sekadar pengamanan.

Dengan momentum Ramadhan yang identik dengan refleksi dan perbaikan diri, kerja bakti ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kebersihan fisik masjid, tetapi juga menjadi simbol perubahan dan pembinaan yang nyata bagi warga binaan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *