Gowa  

DPW LSM FAAM Sul-sel, Kecam Aksi Premanisme dan Anggap Polres Gowa Gagal Dalam Penanganan Laporan Warga Bukit Manggarupi

oplus_0

TIMESTIMUR, GOWA — Polemik warga perumahan Bukit Manggarupi,  kelurahan pacinang, kecamatan somba opu kabupaten gowa, keluhkan adanya teror dan intimidasi dari oknum oknum yang di duga preman bayaran yang telah beberapa kali melakukan aksi penrusakan pada tembok pagar perumahan.

Hal ini di ungkapkan ketua RT setempat pada saat di temui awak media di kompleks Perumahan Bukit Manggarupi. Jum,at 29/08/2025.

Teror dan intimidasi ini tak hanya satu atau dua kali di alami oleh warga kompleks,, bahkan baru baru ini aksi serupa kembali terjadi bahkan sempat terjadi ketegangan antara oknum yang di duga preman dengan warga kompleks yang telah geram dengan ulah oknum oknum tersebut.

Ironisnya” sejak awal adanya aksi pembongkaran tembok pembatas antara pemukiman warga dan kompleks, warga melaporkan tersebut ke polres Gowa,  dengan harapan aparat dapat menindak pelaku pengrusakan, namun,, hingga kejadian yang terahir massa yang dtang untuk melakukan pembingkaran, masih di pimpin dengan orang yang sama, “Artinya” aparat penegak hukum tak melakukan penindakan. Beber warga kompleks.

Kami kecewa pak,, kami nyaris hilang kepercayaan terhadap penegak hukum hilangnya kepercayaan kami bukan tanpa alasan pak,, bagai mana tidak,! Laporan kami sebagai pihak yang di rugikan sama sekali tak di tindak lanjuti dengan dalih tidak di temukan adanya unsur pidana,,

Kami melaporkan hal tersebut ke polres gowa lengkap dengan barang bukti yang di gunakan para pelaku, namun di anggap tidak di temukan adanya tindak pidana, mirisnya justru kamilah yang di laporkan seolah olah mereka adalah korban penganiayaan, ungkap warga kompleks.

Tapi demi kebenaran dan keadilan, kami warga kompleks tidak akan berhenti sampai di sini pak,, kami akan melangkah ke tingkat lebih tinggi untuk mencari keadilan, kami warga kompleks Bukit Manggarupi, sudah hilang kepercayaan rerhadap polres Gowa,

Aparat polrea Gowa tak hanya tidak menindak lanjuti laporan kami pak akan tetapi aparat di duga kuat melakukan pembiaran terhadap pemgrusakan yang telah terjadi berulangkali dengan pelaku yang sama, pertanyaan kami,, apakah harus ada korban jiwa baru di proses..?

Hal itu pula mendapatkan tanggapan pedas dari ketua Dewan Perwakilan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat Sulawesi Selatan (DPW LSM FAAM SUL-SEL) Rahmayadi Memaparkan di hadapan awak media, Jika benar adanya oknum preman yang ngaku wartawan harusnya pihak aparat hukum jajanan polres gowa bisa segera mengambil sikap akan hal tersebut mengingat bahwa kejadian serupa buka kali pertama terjadi namun sudah berulang kali lalu kenapa pihak jajanan polres gowa tak menanggapi laporan masyarakt Perumahan Bukit Manggarupi tersebut, ada apa yach??? Tanggap Rahmayadi

Belum lagi dari video yang telah beredar tersebut bahwa adanya oknum yang diduga preman tersebut namun berkedok wartawan, harusnya aparat hukum polres gowa bisa mengambil sikap dengan menanggapi laporan masyarakat tersebut, dan jangan memihak lah, ucap Rahmayadi sembari memberikan mimit muka kecewa

Hal serupa yang di paparkan oleh masyarakat Perumahan Bukit Manggarupi di hadapan kami sebagai lembaga dimana laporan mereka tak pernah di sikapi dengan baik oleh pihak aparat hukum polres gowa tersebut itukan sangat miris,

Intinya bapak Kapolres Muh Aldy Sulaiman jangan hanya membuat pencitraan di medsos namun pekerjaan bawahannya di jajaran polres gowa seperti ini tak memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat, dan jika persoalan ini tak mendapatkan respon yang baik dari jajaran polres gowa maka kami dari lembaga FAAM akan mengawal kasus tersebut hingga ke Polda Sulsel kalau perlu kami hingga ke mabes polri hal tersebut dapat kami katakan karna kurangnya pelayanan yang maksimal dari jajaran polres gowa itu sendiri, tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *